Selasa, 03 Maret 2015

Giorgio Armani, Dikeluarkan Sekolah Kedokteran, Jadi Desainer Nomor Satu

Siapa sekarang yang tidak mengenal Giorgio Armani, fashion desainer yang sangat terkenal di dunia. Dia menjadikan Milan menjadi sejajar dengan Paris sebagai kota mode. Tetapi siapa sangka, ternyata Armani adalah sarjana kedokteran dan sempat bergabung dengan militer. Armani sekarang menjadi orang terkaya nomor 2 di Italia dengan kekayaan pribadi mencapai 85 triliun rupiah.

Masuk kuliah kedokteran

Armani lahir pada tahun 1934, ketika itu Italia sedang berada dalam keadaan darurat militer. Tetapi situasi di tempat Armani dilahirkan yaitu Piacenza termasuk aman-aman saja. Armani kemudian bersekolah di kawasan Piacenza bersama saudara-saudaranya. Kemudian dia membaca buku tentang kedokteran, dan sangat tertarik pada bidang kedokteran. Akhirnya pada saat kuliah, dia mencoba masuk tes jurusan kedokteran di University of Milan. Tetapi setelah 3 tahun kuliah, dia harus keluar dari universitas tersebut karena dibutuhkan oleh militer Italia. Pada perang dunia kedua, Italia memang paling serius dalam berperang setelah Jerman. Karena kepintarannya dalam dunia kedokteran, dia sempat ditugaskan dibeberapa tempat menjadi tim medis militer.

Menjadi Window Dresser

Akibat perang, situasi ekonomi Italia tidak stabil. Kemudian Armani keluar dari militer dan bekerja menjadi window dresser di sebuah pusat perbelanjaan di Milan. Window dresser adalah bertugas mendesain baju manekin yang ada di display toko. Walaupun hanya bekerja seperti itu, Armani sedikit demi sedikit belajar mengenai desain yang baik dan benar. Kemudian dia ditarik menjadi penjual atau sales di bagian baju pria.

Kemudian perlahan menjadi fashion desainer

Tidak seperti fashion-fashion desainer yang sudah terkenal lainnya yang bersekolah desain, Armani berbeda, dia benar-benar mengandalkan pengalaman dan menjadi fashion dari bawah. Setelah bekerja di pusat perbelanjaan tersebut, dia pindah bekerja di Nino Cerruti, disana dia semakin bebas bereskplorasi. Tidak tanggung-tanggung, dia belajar desain di Nino Cerruti selama 10 tahun.
Akhirnya pada tahun 60an, dia dikompor-kompori untuk membuat rumah mode sendiri. Walaupun Armani belum percaya diri, pada tahun 1975 dia membuka perusahaan dengan nama Giorgio Armani SpA. Sebelum itu, Armani sudah bekerja sebagai freelance desainer di rumah mode terkenal di Prancis ataupun di Italia.

Tidak hanya sebagai desainer

Walaupun desainnya sangat terkenal dan digunakan di hampir seluruh dunia, Armani adalah pioneer sebagai orang yang melarang model dengan tingkat Body Mass Index dibawah 18. Itu berarti menjadi model tidak harus kurus. Selain itu, baju-baju aneh Lady Gaga ternyata juga bikinan Armani.

Mulai dari kuliah jurusan kedokteran, gabung militer, menjadi window dresser sekarang menjadi salah satu desainer papan atas dunia. Perjalanan panjang Armani memang patut menginspirasi para pebisnis muda di Indonesia. Semuanya hanya perlu niat yang sungguh-sungguh. Seperti yang dilakukan oleh Armani.

0 komentar:

Posting Komentar