Jangan Menyerah

Ketika kita sudah mencoba kemudian gagal, itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba sama sekali

Semua berawal dari mimpi

Ketika kita tidak bernai bermimpi, maka kita akan bekerja kepada orang lain untuk mewujudkan mimpinya

Saatnya Memulai

Setiap mil jarak yang kita tempuh adalah hasil dari langkah - langkah kecil yang kita lakukan

Kerja Keras adalah Kunci

Seberapapun besar potensi yang kita miliki bila tidak dilakukan dengan kerja keras hasilnya tidak akan optimal

Waktu adalah kesempatan

Waktu adalah kesempatan yang tidak bisa di ulang kembali dengan kondisi yang sama

Kamis, 26 Februari 2015

Pecel Lele Lela oleh Rangga Umara

Berawal saat dirinya di PHK pada tahun 2006 lalu, membuat Rangga Umara (31) terpikir untuk berwirausaha. Ia pun memilih usaha pecel lele yang dinilainya mudah dijalankan. Siapa sangka, dengan melakukan inovasi pada ikan Lele kini Rangga telah memiliki 23 cabang dari Pecel Lele Lela.

“Waktu di PHK, saya berpikir, kalau kerja lagi sama orang ya mungkin akhirnya di PHK lagi. Jadi saya memutuskan untuk membuka usaha saja,” ujar Rangga saat berbincang usai melaunching rumah makan Pecel Lele Lela cabang ke 23 yang berada di Jalan Surya Sumantri Bandung.

Bermodal Rp 3 juta, Rangga membuka usaha pecel lele di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur. Rangga sadar, pemain di bidang kuliner jumlahnya banyak. Akan sulit jika membuka usaha kuliner jika tak memiliki keunikan atau spesifikasi.“Coba saja lihat pecel lele yang selalu ada dimana-mana. Standarisasinya sama. Dari rodanya, sampai menunya,” katanya. 

Menu pecel lele di pinggir jalan pun menurutnya tak setinggi ayam goreng. Penyebab orang tak suka lele menurutnya karena tampilan yang kurang menarik dan asal-usul makanan lele. Hingga akhirnya, dia mencoba berinovasi dengan ikan lele dengan menyajikannya secara berbeda. Diantaranya dengan membuat fillet lele dengan saus kreasinya.“Saya beri sampel pada pengunjung. Ternyata banyak yang suka,” kata Rangga yang sempat menjadi pekerja media di Bandung itu. 

Tak berapa lama, penggemar Lele pun berdatangan dengan sendirinya. Apalagi setelah banyak diliput oleh media elektronik dan tv, semakin banyak saja yang penasaran dengan Pecel Lele Lela. Lela sendiri merupakan akronim dari kata Lebih Laku atau Lebih Laris.Berbeda dengan pecel lele di pinggiran jalan, Pecel Lele Lela memiliki tempat yang bersih dan nyaman, maka jangan heran kalau harga lele di Pecel Lele Lela juga tak seperti pecel lele di pinggiran. Tapi harga yang harus dibayar rasanya sebanding dengan rasa dan kenyamanan yang didapat.

Untuk lebih banyak mendapatkan inspirasi dari beliau bisa follow @ranggaumara atau klik di sini untuk mengunjungi websitenya ^^

Rabu, 25 Februari 2015

Insinyur Cerdas Pencipta Jam Tangan Casio


Sekarang jam tangan adalah menjadi barang yang wajib dibawa setelah dompet dan handphone. Jika Anda mengenal jam tangan Casio, Anda pasti langsung tertuju pada jam tangan digital asal Jepang. Pendirinya adalah Tadao Kashio. Pada awalnya Tadao hanya menjual kalkulator digital pertama di dunia, lalu menjual jam tangan digital pertama di dunia.

Tadao Kashio Tadao merupakan seorang insinyur yang sangat kreatif. Lahir di Jepang pada tahun 1917, Tadao memulai bisnisnya dengan menjual pipa yubiwa. Pipa yubiwa ini adalah cikal bakal pipa rokok jaman sekarang. Tadao menabung sedikit demi sedikit untuk membuat sesuatu yang lebih berguna. Lalu disuatu pameran, Tadao melihat kalkulator elektronik. Apa yang ada dipikiran Tadao? Kalkulator tersebut masih tidak praktis. Membuat kalkulator digital Sebagai seorang insinyur, adalah tugas Tadao membuat sesuatu yang baru. Bersama saudaranya, Tadao lalu bereksperimen untuk membuat kalkulator yang baru. Tidak berapa lama, akhirnya Tadao berhasil membuat kalkulator baru, yaitu digital.

Pada jaman dahulu, kalkulator masih berbentu roda gigi untuk menghitung. Tetapi Tadao membuat kalkulator berbahan magnetic solenoid. Dan kalkulator Tadao ini adalah kalkulator pertama yang memiliki tombol digit. Kalkulator tersebut akhirnya disempurnakan dan menjualnya di masyarakat umum. Kalkulator Tadao sangat laku dipasaran dan Tadao mendapat keuntungan sampai 500ribu yen. Dan itu semakin membuatnya bersemangat untuk membuat inovasi selanjutnya. Tad Dan Tadao ingin membuat jam digital. Insinyur Cerdas Dibalik Pembuatan Jam Tangan Casio best people berita bisnis studentpreneur Membuat jam digital Pada saat itu, jam yang sering digunakan oleh banyak orang adalah jam analog. Tetapi, Tadao membuat inovasi terbaru, yaitu membuat jam tangan digital dengan dilengkapi dengan calendar. Jadi pikiran Tadao adalah, bagaimana jam tidak hanya menjadi penunjuk waktu. Tetapi bisa mengetahui secara detail tentang jam, menit, detik, bulan serta hari. Setelah itu Tadao mulai memodifikasi jamnya agar lebih menarik. Yaitu menambah zona waktu dan beberapa tombol yang unik. Tadao menamakan jamnya sesuai nama belakangnya, Casio. Sebenarnya Tadao ingin menamakan Kashio, tapi karena ejaannya kurang enak dan ingin disempurnakan, maka lahirlah jam digital merk Casio. Tadao juga membuat jam yang tahan banting dan kuat, yaitu G-Shocks. Jam tangan G-Shocks pertama kali keluar pada tahun 1983.

Tadao juga tidak sekedar membuat G-Shocks, jam tersebut dibuat dengan ketahanan bisa jatuh diketinggian 10 meter dan baterainya tahan sampai 10 tahun. Maka karena itu jam Casio sangat digemari. Tidak hanya kalkulator dan jam tangan, Tadao yang suka musik juga membuat beberapa alat musik. Yaitu piano keyboard dan terompet. Pada tahun 1981, Tadao juga sempat membuat kamus digital, dan itu juga membuat produknya sangat terkenal. Beberapa produk unggulan lainnya adalah LCD TV berukuran kecil.

Nah, sekarang sahabat sudah mengetahui bagaimana produk Casio berkembang. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk pengguna jam tangan Casio?